Pernah bingung bagaimana cara membandingkan dua hal dalam bahasa Inggris? Atau mungkin kamu sering salah menggunakan kata-kata seperti “more beautiful” dan “the most beautiful”? Tenang, kamu tidak sendirian! Comparative dan superlative adjectives memang sering membuat kepala pusing, tapi sebenarnya sangat mudah dipahami jika tahu triknya.
Di artikel ini, Tugasin akan membongkar semua rahasia tentang comparative dan superlative adjectives. Mulai dari pengertian dasar, aturan pembentukan yang sering bikin salah, hingga contoh-contoh praktis yang bisa langsung kamu gunakan. Siap jadi ahli grammar dalam waktu singkat? Yuk, kita mulai!
Pengertian Comparative dan Superlative Adjectives
Sebelum masuk ke aturan yang bikin pusing, mari kita pahami dulu apa sih sebenarnya comparative dan superlative adjectives itu. Kedua jenis adjective ini digunakan untuk membandingkan sesuatu, tapi dengan fungsi yang berbeda.
- Comparative adjectives digunakan untuk membandingkan dua hal. Misalnya, kamu ingin mengatakan bahwa nasi goreng lebih enak daripada bubur. Dalam bahasa Inggris, kamu akan menggunakan comparative adjective seperti ini: “Fried rice is tastier than porridge.”
- Superlative adjectives, di sisi lain, digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu memiliki kualitas paling tinggi di antara yang lain. Contohnya, “She is the smartest student in her class.” Artinya, dia adalah yang paling pintar di kelasnya.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kata kunci yang digunakan. Comparative adjectives selalu diikuti dengan kata “than” (daripada), sedangkan superlative adjectives selalu diawali dengan kata “the” (paling).
Butuh bantuan lebih lanjut untuk memahami grammar bahasa Inggris? Tugasin menyediakan jasa joki tugas yang bisa membantumu mengerjakan tugas bahasa Inggris dengan cepat dan tepat!
Aturan Pembentukan Comparative Adjectives
Ada beberapa aturan yang harus kamu ikuti saat membentuk comparative adjectives. Aturan ini tergantung pada jumlah suku kata dalam adjective tersebut. Yuk, kita bahas satu per satu!
Adjectives dengan Satu Suku Kata
- Tambahkan akhiran -er pada adjective.
- Contoh: tall → taller (lebih tinggi)
- Jika adjective berakhiran dengan huruf -e, tambahkan -r saja.
- Contoh: nice → nicer (lebih baik)
- Jika adjective berakhiran dengan satu huruf vokal diikuti satu huruf konsonan, gandakan huruf konsonan terakhir sebelum menambahkan -er.
- Contoh: big → bigger (lebih besar)
- Pengecualian: Jika adjective berakhiran dengan huruf konsonan diikuti -y, ganti -y menjadi -i lalu tambahkan -er.
- Contoh: tasty → tastier (lebih enak)
Adjectives dengan Dua Suku Kata atau Lebih
- Tambahkan kata “more” sebelum adjective.
- Contoh: beautiful → more beautiful(lebih cantik)
- Contoh: important → more important (lebih penting)
Ingat, aturan ini tidak berlaku untuk semua adjective dengan dua suku kata. Beberapa adjective seperti happy, easy, dan clever tetap mengikuti aturan untuk satu suku kata.
Aturan Pembentukan Superlative Adjectives
Aturan untuk membentuk superlative adjectives mirip dengan comparative adjectives, tapi dengan sedikit perbedaan. Mari kita lihat!
Adjectives dengan Satu Suku Kata
- Tambahkan akhiran -est pada adjective.
-
l
- Contoh: smart → smartest (paling pintar)
-
Jika adjective berakhiran dengan huruf -e, tambahkan -st.
-
l
- Contoh: nice → nicest (paling baik)
- Jika adjective berakhiran dengan satu huruf vokal diikuti satu huruf konsonan, gandakan huruf konsonan terakhir sebelum menambahkan -est.
- Contoh: big → biggest (paling besar)
- Pengecualian: Jika adjective berakhiran dengan huruf konsonan diikuti -y, ganti -y menjadi -i lalu tambahkan -est.
- Contoh: tasty → tastiest(paling enak)
r>
r>