Budaya

Puasa 19 Jam di Prancis? Ini Kisah Seru Mahasiswa Indonesia Bertahan!

Bayangkan harus menahan lapar dan haus selama 19 jam di tengah cuaca musim panas yang mencapai 40 derajat! Inilah tantangan nyata yang dihadapi Pedca, mahasiswa Indonesia yang menjalani puasa Ramadhan di Prancis. Bukan hanya durasi puasa yang panjang, tapi juga akses terbatas ke masjid dan makanan halal. Tapi jangan khawatir, Pedca berhasil melewatinya dengan strategi cerdas. Yuk, simak kisah lengkapnya dan temukan tips berharga untuk kamu yang berencana kuliah atau traveling ke Eropa saat Ramadhan!

Durasi Puasa di Prancis Selama 19 Jam

Pernahkah kamu membayangkan berpuasa dari pukul 03.00 pagi hingga 22.00 malam? Inilah kenyataan yang dihadapi Pedca, mahasiswa master jurusan Bisnis Telekomunikasi di Télécom Ecole de Management, Prancis. Dengan durasi puasa hampir dua kali lipat dari Indonesia, ia harus pintar-pintar mengatur waktu dan energi.

“Puasa tahun pertama di Prancis cuma sekitar 21 hari karena sisanya aku habiskan di Indonesia. Tapi 19 jam itu benar-benar ujian tersendiri, apalagi pas summer dengan suhu yang panas banget,” cerita Pedca. Ia mengaku harus ekstra hati-hati menjaga stamina agar tidak dehidrasi, terutama saat harus tetap produktif menjalani kuliah.

Jika kamu juga berencana kuliah di Eropa, persiapkan dirimu dengan matang. Tugasin bisa membantumu menyusun makalah atau karya ilmiah tentang adaptasi budaya sebagai bekal studi di luar negeri. Cek layanan joki makalah Tugasin sekarang untuk memastikan tugasmu berkualitas dan siap menghadapi perbedaan budaya!

Tantangan Berpuasa di Negara Minoritas Muslim

Tinggal di negara dengan populasi muslim minoritas seperti Prancis tentu membawa tantangan tersendiri. Pedca mengaku hanya ada satu masjid besar di kotanya yang bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 20 menit. Waktu tarawih yang dimulai pukul 24.00 malam juga membuatnya jarang bisa ikut shalat berjamaah.

“Tarawih di sini jam 12 malem, jadi aku cuma beberapa kali aja ikut. Untungnya aku tinggal di area kampus, jadi bisa sholat di kamar sendiri tanpa mengganggu orang lain,” ujarnya. Keterbatasan akses ini membuat Pedca lebih kreatif dalam menjalankan ibadah, termasuk memanfaatkan fasilitas di sekitar tempat tinggalnya.

Bagi kamu yang ingin kuliah di negara non-muslim, penting untuk mempersiapkan mental dan strategi ibadah. Tugasin menyediakan jasa cek plagiarisme untuk memastikan tugasmu bebas dari plagiasi sebelum kamu kirimkan ke kampus. Cek plagiarisme sekarang dan fokuslah pada adaptasi hidupmu di luar negeri!

Strategi Bertahan Puasa Saat Kuliah di Eropa

Pedca memilih program master dengan sistem coursework karena lebih sesuai dengan minatnya di bidang bisnis manajemen. Namun, menjalani kuliah sambil berpuasa di 10 hari pertama Ramadhan bukan perkara mudah. Ia harus menghadapi cuaca panas dan jadwal kuliah yang padat.

“Aku lebih memilih coursework karena S1 sudah dapat dasar teknikal, jadi sekarang fokus ke bisnis manajemen. Tapi pas puasa, harus ekstra atur energi biar ga drop,” jelasnya. Pedca membagikan beberapa tips untuk bertahan:

  • Minum air putih sebanyak mungkin saat sahur dan berbuka
  • Hindari aktivitas fisik berlebihan di siang hari
  • Manfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur sejenak
  • Pilih makanan bergizi saat sahur untuk menjaga stamina

Jika kamu juga sedang mempersiapkan kuliah di luar negeri sambil menjalankan ibadah puasa, Tugasin bisa membantumu mengerjakan tugas kuliah agar kamu bisa fokus pada adaptasi. Pesan joki tugas sekarang dan nikmati Ramadhanmu dengan lebih tenang!

Mencari Takjil dan Makanan Halal di Prancis

Salah satu tantangan terbesar berpuasa di Prancis adalah mencari takjil dan makanan halal. Pedca mengaku harus kreatif karena tidak ada penjual takjil di pinggir jalan seperti di Indonesia. “Sahur dan buka puasa ya masak sendiri. Biasanya makan berat cuma sekali di tengah malam sekalian buka dan sahur,” katanya.

Untuk mengobati rasa kangen makanan Indonesia, Pedca membawa bumbu-bumbu instan dari Indonesia. “Waktu itu aku balik ke Indonesia bawa koper kosong, pulang ke Prancis koper penuh makanan. Rendang, tempe orek, sambal, semua bawa!” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga menemukan beberapa restoran Thailand dan Vietnam yang menyediakan makanan mirip masakan Indonesia. “Ada resto Thailand/Vietnam yang makanannya enak dan mirip makanan Indonesia, kayak opor ayam, sate, dan nasi goreng. Jadi kalau kangen, kami pada bukber di sana,” cerita Pedca.

Bagi kamu yang berencana kuliah di luar negeri, pastikan untuk mencari informasi tentang ketersediaan makanan halal di negara tujuan. Tugasin bisa membantumu menyusun skripsi atau makalah tentang adaptasi budaya dan kebutuhan makanan halal. Pesan joki skripsi sekarang dan persiapkan dirimu dengan lebih baik!

Tips Traveling Saat Puasa di Musim Panas

Setelah 10 hari pertama kuliah, Pedca memanfaatkan waktu liburnya untuk solo traveling. Meski berpuasa, ia tetap menikmati perjalanannya dengan strategi yang tepat. “Pagi hari aku jalan-jalan, siang tidur karena summer waktu siangnya panjang, sore dan malam jalan lagi. Jadi ga tergesa-gesa,” jelasnya.

Ia juga membagikan tips traveling saat puasa di musim panas:

  • Rencanakan rute perjalanan dengan matang dan sertakan tempat istirahat
  • Bawa botol air minum untuk tetap terhidrasi saat berbuka
  • Hindari aktivitas yang terlalu menguras energi di siang hari
  • Manfaatkan waktu siang untuk tidur atau istirahat

Pedca juga sempat mengalami momen lucu saat bertemu teman Indonesia yang tidak berpuasa. “Mereka makan es krim di sebelahku, haha. Tapi ya udah, nikmati aja perjalanannya,” katanya sambil tertawa.

Ada momen seru yang tak terlupakan saat traveling sambil berpuasa? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar! Dan jika kamu butuh bantuan untuk menyelesaikan tugas kuliah agar bisa fokus traveling, Tugasin siap membantumu. Pesan joki tugas sekarang!

Menjalani puasa di luar negeri memang penuh tantangan, tapi dengan persiapan dan strategi yang tepat, kamu bisa melewatinya dengan lancar. Pedca membuktikan bahwa dengan manajemen waktu dan energi yang baik, ibadah puasa tetap bisa dijalankan sambil menikmati pengalaman kuliah dan traveling di Eropa. Jadi, siapkah kamu menghadapi tantangan serupa?


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satusuara

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis